Air Mata dari Kawan….

Eksplorasi diri, 10 oktober 2010

Kukirimkan berita ini untukmu kawan….

Dari setitik embun yang bersembunyi di balik daun…

Dari setetes air mata seorang balita

Kemana Hatimu kawan…

Kemana Cintamu kawan…

Please, Lihatlah dengan Hati

“Korban bencana Banjir Wasior telah mencapai 154 Jiwa”. Itulah kalimat yang terngiang di telinga saya akhir – akhir karna selalu menjadi topik berita yang lagi marak baik di televisi, koran atau media komunikasi lainnya. Bencana banjir bandang itu meluluh lantakkan salah satu daerah di negeri tercinta indonesi tepatnya pada tanggal 4 Oktober 2010 di Kabupaten Teluk Wondama Papua Barat.

Apa penyebabnya??? Itulah yang masih dalam perbincangan. Tim Wahana Lingkungan Hidup (Walhai) mengatakan bahwa banjir bandang tersebut disebabkan akibat rusaknya lingkungan di daerah hulu sungai. Tim walhai menemukan puluhan ribu kayu gelondongan di 8 Daerah diantarantaranya Wasior satu, dua dan Rado

Ilegal logging, Akibat tingginya curah hujan, Kebijakan Pemerintah yaitu Pemerintah memberikan izin bagi 20 perusahaan untuk mendapatkan hak penguasaan hutan (HPH) merupakan penyebab yang sering terpublikasikan sebagai penyebab Banjir Wasior.

Yang menjadi pertanyaan utama dalam benak saya yang pertama adalah mengapa mereka melakukan ilegal logging yang notabenenya mereka paham resiko yang akan terjadi apabila melakukan penebangan hutan secara liar????

Pertanyaan yang kedua adalah, Apa hubungannya Ilegal Logging dan Kebijakan pemerintah dengan Akuntansi???

Pertanyaan saya sedikit terjawab saat teringatlah dalam benak saya lagu karangan Ebit G Ade yang berjudul ”Berita dari kawan” yang selalu muncul mengiringi berita bencana yang melanda negeri indonesia tercinta kita dan :

Barangkali disana ada jawabnya…..

Mengapa ditanahku terjadi bencana…..

Mungkin tuhan mulai bosan…..

Melihat tingkah kita….

Yang selalu salah dan bangga dengan dosa – dosa….

Atau alam mulai enggan…

Bersahabat dengan kita…..

Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang….

 

Mengapa terjadi Banjir…???Mengapa terjadi bencana dimana-mana…??? semua itu disebabkan oleh perilaku manusia itu sendiri, karena sudah tidak ada rasa “KEPEDULIAN” dibenak mereka, yang ada hanyalah bagaimana meraup untung sebanyak banyaknya secara instan dengan cara apapun. Disinilah “MATERIALITAS ” muncul. Yang Kaya semakin Kaya, yang miskin semakin miskin. Inilah yang membuat saya tergugah untuk menulis di status Jejaring Sosial “Facebook” saya yang bertuliskan,

Merebaknya Sistem Ekonomi Kapitalis,,, Sebagian mendapat keuntungan sebanyak – banyaknya… sementara sebagian yang lain membanting tulang dengan upah yang sangat rendah.. Indonesiaku… jayalah negeriku…”

Ternyata ada yang menanggapi kalimat yang saya share kan di jejaring Sosial “Facebook” tersebut. Salah satu teman saya menanyakan, “Tindakan konkritnya apa sekarang untuk mengubah ini??????????

Apa yang bisa kita lakukan untuk membangun bangsa dan negara???!!!

October 18, 2010 at 12:00 pm 1 comment

Jalan – Jalan di Batu Cave

January 23, 2010

Batu Cave merupakan tempat ibadah bagi orang hindu yang terletak di Negara Bagian Selangor…. Kebetulan saat datang kesana, Batu Cave dikunjungi banyak orang, dikarenakan bebarengan dengan upacara adat umat Hindu. Apakah itu yang dinamakan Festival Thaipusam?? Saya kurang tahu.. Setahu saya dari beberapa orang yang melintas, akan ada Festival esok hari, tanggal 24 Januari dan minggu depannya yaitu tanggal 31 Januari 2010.

Yang menarik ditempat ini adalah “140 FT golden Statue of lord Muruga” Patung muruga ini merupakan patung dewa Hindu yang tertinggi di dunia. Selain itu, juga terdapat gua yang dipenuhi oleh kelelawar dan beberapa kuil – kuil hindu.

Sebelum kita menuju gua utama kita harus menyiapkan stamina untuk melewati 272 tangga. Karena menaiki tangga yang jumlahnya 272 bukan perkara yang mudah… dibutuhkan stamina yang prima dan sepatu yang nyaman serta persiapan air mineral yang cukup untuk sampai ke tempat tujuan. Tapi ingat, jangan banyak minum, karena diatas tidak ada tandas. ( Tandas = Toilet )

Saat akan masuk kedalam gua utama.. kita akan melewati gua kecil yang namanya Dark Cave. Di depannya terpampang Iklan jasa tur yang berjudul “Educational Trip”. yangmenjelaskan tentang cave straw, flowstone, cave pearls, stalagmite, column dll . Apabila menggunakan guided Trip tarif untuk Dewasa RM 35, Anak RM 25. Saat saya melintasi Dark Cave, Ternyata Dark Cave sedang ditutup…. mungkin apabila akan ada upacara ritual atau akan diadakan festival, Dark Cave tidak dibuka untuk umum.

Saat mencapai tangga yang paling atas, terlihat banyak orang yang melakukan berbagai aktivitas. Ada beberapa orang yang berjajar menyambut di mulut gua sambil bercucuran keringat, serta dahinya ditempel semacam tanda yang biasa kita lihat pada orang India, Ada juga yang asyik melihat pernak pernik, karena di dalam gua ada yang berjualan pernak pernik khas india dan berbagai macam souvenir khas malaysia, selain itu banyak juga yang mengambil foto baik itu untuk dijual, maupun untuk dirinya sendiri, tapi rata-rata yang datang ke Batu Cave saat itu, cenderung fokus ke tempat persembahyangan yang ada di dalam gua.

272 tangga bukanlah titik akhir, ternyata banyak tangga yang harus kita lalui lagi.. Alangkah lebih baiknya, untuk turis warga tua, wanita hamil dan golongan kurang upaya, menunggu di bawah.. “tidakkah kita prihatin???”

February 2, 2010 at 7:33 am 1 comment

Tanpa Jarak

Tanpa Jarak

Maka entah rapat entah berantara

Tanpa Aksara

Maka entah diam entah bicara

Tanpa Ketika

Maka entah sebentar entah lama

Tanpa Masa

Maka entah kekal entah fana

Tanpa Janji

Maka entah berpisah entah bersua

( Karya: A. Mustofa Bisri)

Pernahkan kita berfikir untuk memanusiakan manusia dan mengenali siapa manusia itu sebenarnya ???

Anehkah bila selalu mencontohkan dan menganjurkan kebenaran, kebaikan, keadilan serta menjauhi dan melarang perbuatan yang merendahkan martabat kemanusiaan ?????

Manusia mengurus dirinya dan alam berdasarkan cara dan peraturan manusia itu sendiri. Manusia dikendalikan oleh worldview-nya. karena iman adalah worldview maka manusia dikendalikan oleh imannya. Jadi, inti manusia ada pada imannya, dan karena iman ada di dalam kalbu, maka dapat juga dikatakan bahwa inti manusia ada di dalam kalbunya. Qalbu kita bisa berkarat disebabkan  dua hal yaitu lalai dan dosa. Dua pembersihnyapun dengan 2 hal yaitu istigfar dan dzikrullah.

September 29, 2009 at 6:14 am 1 comment

DIA

123456

Lewat buku ini, pembaca diajak untuk merenungkan setiap makhluk dan peristiwa yang ada di sekitar kita, melalui sesuatu yang kecil yang terkadang kita remehkan, ternyata dapat mengantarkan kita pada kesadaran bahwa “tangan” tuhan ada dibalik setiap fenomena dan Allah hadir di mana – mana, setiapa saat dan disemua tempat. Ketersembunyian-Nya disebabkan oleh kejelasan-Nya yang luar biasa, dan kejelasan-Nya yang luar biasa disebabkan oleh ketersembunyian-Nya. Coba kita lihat kelelawar, kelelawar tidak mampu melihat di siang bolong, padahal cahaya matahari begitu terang benderang. Tetapi sebaliknya, di malam hari ia dapat aktif dan melihat. Ketidakmampuan kelelawar melihat di siang hari menunjukkan bahwa objek yang tidak terlihat bukan saja akibat gelap yang menyelubungi objek tersebut, tapi karna terang benderangnya objek. Allah tidak dapat dilihat bukan karena Dia gelap, tetapi wujud-Nya begitu jelas.

Didalam buku ini dibahas tentang berbagai ciptaan Allah. Salah satunya adalah alam. Banyak yang dapat kita pelajari dari alam salah satunya yaitu keterkaitan dan keharmonisannya .Sungai mengaliri tumbuhan, hutan membendung banjir, matahari tak jemu-jemunya memberi kehangatan. Air yang menguap akibat matahari dikembalikan oleh kerja sama awan dan angin. Kerja sama yang luar biasa indahnya…

Al-Qur’an melukiskan cahaya matahari sebagai dhiya’, sedang cahaya bulan sebagai nur. Kata dhiya’ digunakan Al-Quran untuk melukisakan cahaya benda-benda yang bersumber dari dirinya sendiri seperti api. Ini berbeda dengan bulan yang sinarnya dilukiskan dengan kata Nur untuk mengisyaratkan bahwasanya sinar bulan bukan dari dirinya tetapi pantulan dari cahaya matahari. Bulan memantulkan sinar matahari ke bumi melalui permukaannya hingga terbitlah sabit, apabila pada paruh pertama bulan berada pada posisi diantara matahari dan bumi, bulan menyusut yang berarti muncul bulan sabit baru. Dan apabila berada diarah berhadapan dengan matahari dimana bumi berada di tengah, akan tampak bulan purnama. Kemudian, purnama itu kembali mengecil sampai paruh kedua.Dengan demikian sempurnalah satu bulan Qamariyah 29,5309 hari. “itu adalah waktu bagi manusia” Manusia pernah tiada, lalu lahir kecil mungil bagaikan sabit, lalu membesar hingga dewasa sampai sempurna umur, setelah itu menurun kemampuannya sedikit demi sedikit dan tak terlihat lagi di bumi serupa dengan perjalan bulan itu. Sinarnya yang memancar dari bumi berbeda-beda sesuai dengan posisinya terhadap matahari, mengandung makna ia memberi sebanyak yang diambilnya. Dapatkah kita meniru bulan ?????????????

Walaupun air selalu mengalir ketempat yang rendah, dan mengambil bentuk tempat di mana dia diletakkan. Tapi dia sangat kuat dan semua makhluk membutuhkannya. Jangan coba – coba membendung air, dia akan berputar dan benputar dan selalu mencari jalan keluar dari apa yang membendung jalannya. Dapatkah kita meniru air dengan kerendahan hati ???????

Di buku ini juga dijelaskan bahwasanya dari berbagai binatang yang kecilpun juga bisa di tarik pelajaran, contohnya semut. Semut dapat dikatakan memiliki beberapa keunggulan di banding dengan manusia. Mereka memiliki system kehidupan social yang sangat canggih. Mereka tidak mengenal konsep Kaya dan Miskin. Mereka dapat mengatur diri dalam kehidupan bermasyarakat dan menunjukkan pengorbanan yang besar. Tetapi tentu saja ada juga sifat tercelanya. Penimbunan yang dilakukannya menunjukkan keserakahannya. Dan yang lebih buruk lagi, semut hanya menimbun dan menimbun tanpa mengolahnya. Tidak seperti lebah yang mengolah dan hasil olahannya dapat bermanfaat buat jenisnya maupun manusia. Jelas ada manusia yang menyerupai semut yang hanya menimbun dan menimbun, baik dia perlukan maupun tidak. Seakan- akan dia akan menyiapkan segala sesuatu untuk ketujuh turunannya. Semoga kita tidak seperti itu….!!!

Masih banyak lagi makhluk dan peristiwa yang dibahas di buku ini, mulai dari manusia dan kemampuannya, DNA,bakteri,virus, kuman, tumbuhan, dan berbagai binatang, siang dan malam, timbangan harta dan dan aneka makhluk Allah yang lain..

Semakin banyak yang kita ketahui tentang alam raya, semakin banyak pula yang dapat dipersembahkan-Nya atas izin Allah kepada kita. Demikian juga, semakin erat kerjasama antar manusia semakin banyak manfaat yang dapat mereka raih…

September 29, 2009 at 5:32 am 2 comments

Asal Usul Nama Desa Wonokerso Kec.Pakisaji Kab.Malang

Sejarah desa wonokerso dikisahkan pada jaman dulu, ada serombongan orang pendatang, rombongan tersebut adalah rombongan Panji Pulang Jiwo beserta para pengikutnya yang datang dari utara. Sesampainya ditempat tersebut beliau beserta pengikutnya menebang hutan untuk tempat bermukim bersama para pengikutnya menebang hutan. Untuk tempat bermukim bersama para pengikutnya dan hal tersebut berlangsung secara turun temurun.
Pada saat penebangan, hutan tersebut sangat lebat dan kayu yang ditebang berukuran besar-besar ( Bahasa jawa = Geng – geng ), maka pada akhirnya mereka menamakan tempat itu dengan nama ”segenggeng” yaitu salah satu dukuh yang ada di wonokerso.
Kemudian mereka memilih seorang pemimpin / yang di tuakan yang pada akhirnya disebut dengan ”petinggi”,
Selanjutnya Panji Pulang Jiwo bermaksud mengadakan perjalanan kearah selatan. Akhirnya mereka berhenti di suatu tempat dan membuka tempat tinggal baru. Pada saat melaksanakan penebangan tepatnya dijalan yang menikung (dalam bahasa jawa = tenggong), mereka menyisir kearah timur, dan disuatu pinggiran sungai mereka menemukan pohon kemiri sehingga banyak orang yang berbondong – bondong ( dalam bahasa jawa = byung –byungan ), mencari buah kemiri. Disebelah pohon kemiri tersebut terdapat pohon beringin yang lebat dan banyak dihuni oleh kelelawar (dalam bahasa jawa = kalong ), sehingga pada akhirnya daerah tersebut mereka namakan sebagai desa ”ngebyongan” yang juga disebut desa ” Tenggong Kalong”
Setelah terbentuk desa ngebyongan atau desa tenggong kalong ada pendatang dari jogja. Mereka akhirnya saling berkenalan, mamahami dan berkomunikasi sehingga mereka saling akrab. Dari pertemuan mereka muncullah gagasan untuk memilih orang yang dituakan (petinggi). Orang pendatang dari jogja tersebut akhirnya dijadikan sebagai petinggi. ” petinggi” tersebut sering berkunjung ke jogja untuk mengunjungi kerabat, tetapi lama tidak kembali. Akhirnya Pak Dono (Wedono) terpaksa mengangkat petinggi baru, dan untuk yang kedua kalinya orang dari jogja terpilih menjadi petinggi lagi, dan ternyata kisah lama pun terulang lagi, petinggi tersebut pamit untuk mengunjungi kerabatanya dan tidak kunjung kembali lagi.
Dari sering kosongnya jabatan petinggi karena ditinggal pulang ke jogja. Akhirnya pak wedono mempersatukan wilayah desa ngebyongan dengan desa segenggeng agar dipimpin 1 orang petinggi bergabung dengan wilayah baratnya yang telah diciptakan oleh Ki Dasimah, pendatang dari Pondok Seram Banten.
Pak Dono (Wedono) menamakannya ”Desa Wonokerso” dengan harapan petinggi yang terpilih harus mau, kerasan (dalam bahasa jawa = kerso) untuk mementap secara terus-menerus di daerah ini.
Dari gagasan pak wedono tepatnya pada jaman belanda, terpilih petinggi Desa Wonokerso, Pak Wir (Saidin) menjadi petinggi yang pertama sampai menjelang masa pendudukan jepang.

September 23, 2009 at 3:23 pm 4 comments

Tulisan pertamaku

1 Syawal 1430 H.  Fotographer sekaligus Marketing WordPress datang ke malang. Dengan berbekal ketelatenan dan ilmu yang di miliki, beliau mengajari tata cara penggunaan dan fungsi wordpress dalam tempoe sesingkat- singkatnya. Hasilnya tidak percuma, takluklah penulis untuk menuangkan imajinasi dan terinspirasi memberikan warna untuk senantiasa  berkarya… berbagi karya… dan belajar untuk berkarya lebih baik…

Trims Adelay.Wordpress.com atas ilmu yang ditularkan, semoga ilmu yang diberikan dapat bermanfaat… SEMOGA !!!

September 20, 2009 at 7:27 pm 2 comments

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

September 20, 2009 at 7:20 pm 1 comment


Categories

  • Blogroll

  • Feeds


    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.